Selasa, 24 November 2020

Merasa Dilecehkan, Kevin Liliana: Catcalling is Harassment!

Catcalling bukan lelucon.

Rima Sekarani Imamun Nissa
cloud_download Baca offline
Kevin Liliana jadi sasaran cat calling. (Instagram/@kevinlln)
Kevin Liliana jadi sasaran cat calling. (Instagram/@kevinlln)

Dewiku.com - Rabu (30/1/2019) kemarin, kejadian tak mengenakkan dialami juara Miss International 2017, Kevin Liliana. Dia merasa dilecehkan setelah mendapatkan catcalling dari seorang lelaki berkepala botak.

Kevin Liliana mengungkapkan kekesalan dan rasa kecewanya melalui InstaStory di akun pribadinya, @kevilln. Dia tidak habis pikir insiden itu menimpa dirinya karena jelas-jelas memakai pakaian sangat sopan. Dia lebih heran lagi dengan perlakuan satpam yang sama sekali tak membelanya saat itu.

Pada Rabu malam, Kevin Liliana kemudian membagikan pendapat dan gagasannya mengenai catcalling yang mungkin saja juga sering dialami banyak orang lain.

Dikutip dari akun instagram Kevin Liliana, tulisan cerdas Miss International 2017 ini telalu sayang untuk dilewatkan.

---

CATCALLING IS HARASSMENT!

Hal kecil tapi tetap masuk kedalam kategori pelecehan, tanpa memandang gender. Menurutku, baik itu perempuan maupun laki-laki kalau digodain sama orang asing ya pasti akan merasa terganggu, apalagi kalau kalimat atau gesture yang ditunjukan oleh catcaller sudah kelewat batas. 

Hari ini aku merasa dilecehkan ketika sedang berjalan di lingkungan apartemenku. Ada mobil yang dikendarai seorang bapak dan dengan percaya dirinya dia mengklakson sambil pasang muka mau nyium nyium sambil merem. Sanggup gak bayanginnya?

Kevin Liliana jadi sasaran cat calling. (Instagram/@kevinlln)
Kevin Liliana jadi sasaran cat calling. (Instagram/@kevinlln)

 

Inget banget, dari dulu cukup sering jadi korban cat calling. Dari mulai cuma dipanggil ''neng..'' sampai yang terparah itu pas dikasih cium cium itu. Dan dari dulu aku selalu ngomong ''apaan sih ga sopan!'' Aku selalu berani ngomong gitu terutama di tempat umum, KARENA KITA PUNYA HAK UNTUK MELAWAN! 

Siapapun itu, perempuan atau laki-laki, jangan pernah diam dan takut untuk speak up!

Kalian yang jadi KORBAN catcalling punya hak untuk marah dan merasa dihargai, apalagi jika kalian tidak memancing catcallers. 

Kalian yang jadi SAKSI catcalling, bayangkan kalau itu adalah kalian atau orang yang kalian sayangi. Ayo sama-sama bantu untuk mengingatkan catcallers bahwa itu adalah hal yang sangat mengganggu dan tidak beretika.

Dan untuk kalian yang SUKA ISENG godain meskipun tidak bermaksud untuk catcalling, ingat bahwa itu adalah hal yang menganggu dan tidak menguntungkan kalian sama sekali. Malah bisa jadi menimbulkan masalah.

Jangan pernah anggap SEPELE hal seperti ini.

''Yah gitu doang tersinggung''

''Kepedean amat sih''

''Bercanda kali''

Catcalling bukan lelucon! Sesama manusia berakal sehat, pasti ingin dihargai, bukan dilecehkan.

Kevin Liliana jadi sasaran cat calling. (Instagram/@kevinlln)
Kevin Liliana jadi sasaran cat calling. (Instagram/@kevinlln)

 

Dilansir dari Suara.com, bentuk catcalling bisa bermacam-macam, mulai dari sekedar siulan, panggilan, dan komentar seksis atau tak diinginkan dari lelaki kepada perempuan yang lewat. Catcalling termasuk street harassment adalah bentuk pelecehan seksual yang dilakukan di tempat publik.

Menurut riset dari Hollaback di 42 kota di seluruh dunia, 71 persen perempuan pernah mengalami street harassment sejak masa pubertas (11-17 tahun) dan lebih dari 50 persen di antaranya termasuk pelecehan fisik.

Catcalling selama ini masih dianggap hal biasa, bahkan bahan bercandaan, termasuk di kalangan masyarakat Indonesia. Namun, paradigma tersebut jelas salah kaprah.

''Catcalling bukan lelucon! Sesama manusia berakal sehat, pasti ingin dihargai, bukan dilecehkan,'' sekali lagi, demikian tegas Kevin Liliana.

Terkait

Terkini