Selasa, 27 Oktober 2020

Pelanggan Tak Mau Bayar, Pegawai Salon Kuku Malah Kehilangan Nyawa

Kejadiaan nahas bisa terjadi ke pada siapa saja, kapanpun, dan di mana pun.

Rima Sekarani Imamun Nissa | Yasinta Rahmawati
cloud_download Baca offline
Ilustrasi manicure kuku. (Unsplash/Kris Atomic)
Ilustrasi manicure kuku. (Unsplash/Kris Atomic)

Dewiku.com - Setiap pekerjaan memiliki risiko masing-masing, termasuk menjadi pegawai salon sekalipun. Bahkan, gara-gara pelanggan menolak membayar, seorang pegawai salon sampai harus kehilangan nyawa.

Dilansir dari Buzzfeed, kepolisian Las Vegas sedang mencari seorang wanita yang katanya membunuh pegawai salon kuku dan membawa lari mobil korban setelah menolak untuk membayar jasa manikur seharga USD 35 atau Rp 500 ribuan pada Sabtu (29/12/2018) akhir pekan lalu.

Korban bernama Nhu ''Annie'' Ngoc Q Nguyen yang berusia 51 merupakan seorang ibu dari tiga anak perempuan. Saat kejadian, ia sedang berusaha menghentikan pelanggan agar tidak pergi setelah kartu kreditnya ditolak.

Pelanggan wanita tersebut malah mengendarai kendaraan itu ke arah korban dan menyeret korban di belakang mobil beberapa saat sebelum berangkat. Nguyen pun meninggal karena mengalami luka-luka.

Ilustrasi kuku palsu. (Pixabay)
Ilustrasi kuku palsu. (Pixabay)

Letnan Polisi Ray Spencer mengatakan kepada surat kabar setempat bahwa pelanggan wanita tersebut awalnya mengatakan dia akan pergi ke mobilnya untuk mengambil lebih banyak uang setelah kartu kreditnya ditolak. Namun bukannya kembali, ia kemudian berusaha untuk pergi. Saat itulah korban dan pegawai salon lain pergi ke luar untuk mencoba mencegah pelanggannya kabur.

Sonny Chung, yang telah tinggal bersama Nguyen selama 13 tahun dan membantu menjalankan salon mengatakan kepada Las Vegas Review-Journal bahwa ia telah mencoba menahan mobilnya.

''Tapi aku bukan Superman. Dia lari karena menolak membayar USD 35 dan membunuh istriku,'' ujarnya.

Karena kejadian nahas tersebut, sebuah situs penggalangan dana GoFundMe untuk keluarga Nguyen didirikan oleh satu dari tiga putrinya dan telah mengumpulkan lebih dari USD 10.000 atau Rp 144 jutaan.

''Dia terus-menerus menggunakan 12-14 jam sehari, 7 hari seminggu, untuk mengirim putrinya ke perguruan tinggi dan untuk mendukung ibu, saudara kandung, dan cucu-cucunya. Dia bekerja tanpa henti,'' tulis salah seorang putri Nguyen.

Terkait

Terkini