Senin, 26 Oktober 2020

Ahed Tamimi, Gadis Termuda Muslim Berpengaruh di Dunia

Dia menjadi sosok termuda yang masuk 500 daftar muslim paling berpengaruh di dunia.

Rima Sekarani Imamun Nissa | Kintan Sekarwangi
cloud_download Baca offline
Perempuan berhijab. (Unsplash/Rawpixel)
Perempuan berhijab. (Unsplash/Rawpixel)

Dewiku.com - Apa yang membuat Ahed Tamimi menjadi salah satu dari 500 muslim berpengaruh di dunia? Ternyata gadis muda ini pernah mendekam di penjara selama delapan bulan karena keberaniannya melawan tentara Israel.

Dilansir dari laman Vox, setiap tahunnya The Royal Islamic Strategic Studies Centre (MABDA) merilis daftar nama muslim yang paling berpengaruh di seluruh dunia.

Keberanian Ahed Tamimi menjadi perhatian banyak orang saat sebuah video menampilkan gadis muda ini menampar hingga menendang tentara Israel. Kemudian, video tersebut viral di media sosial.

Aksi nekat Ahed Tamimi itu dipicu oleh tembakan karet yang dilepaskan tentara kepada sepupunya hingga terluka. Kejadian tersebut berlangsung di daerah Nabi Saleh yang berjarak sekitar 80 km dari Jerussalem.

Ilustrasi penjara. (Unsplash/Mitch Lensink)
Ilustrasi penjara. (Unsplash/Mitch Lensink)

Ketika Ahed Tamimi melakukan aksi nekatnya, dengan cepat ibunya melerai. Beberapa hari setelah itu, pada malam hari, Ahed Tamimi ditangkap oleh tentara Israel. Namun, saat itu ia masih dilindungi hukum hak asasi manusia sehingga masih dibebaskan.

Setelah dibebaskan, sebuah foto yang menghebohkan kembali beredar. Foto itu memperlihatkan Ahed Tamimi yang berusia 12 tahun tengah mengancam akan meninju tentara Israel. Ia pun kembali ditangkap karena dianggap menjadi ancaman bagi Israel.

Foto yang tersebar di media sosial tersebut ternyata menjadi perhatian dunia. Banyak yang mengagumi sosok Ahed Tamimi. Ia pun mendapat julukan Wonder Woman di dunia nyata karena aksi nekatnya. Bahkan, sampai ada dua seniman Italia yang mengabadikan potretnya dalam mural besar.

Ilustrasi tentara. (Unsplash/Hoa Heftiba)
Ilustrasi tentara. (Unsplash/Hoa Heftiba)

Sayangnya, karya tersebut juga menarik perhatian pemerintah Israel. Dua seniman Italia itu akhirnya diusir dari Israel. Kejadian pengusiran dua seniman itu pun kembali menjadi sorotan dunia.

Setelah keluar dari penjara, Ahed Tamimi disambut sukacita oleh banyak orang. Ia mengadakan jumpa pers dengan media dari beberapa negara.

Meski mengaku jika apa yang ia alami cukup berat, ia mengaku banyak belajar selama menjadi tahanan di penjara. Salah satunya adalah hukum hak asasi manusia.

Tak hanya warga Palestina yang terinspirasi keberanian Ahed Tamimi, melainkan banyak orang di seluruh penjuru dunia. Tak heran jika ia menjadi sosok termuda di dalam 500 muslim paling berpengaruh di dunia versi The Royal Islamoc Strategic Studies Centre.

Terkait

Terkini