Jum'at, 02 Oktober 2020

Simbol Hubungan Abadi, Ini Sejarah Cincin Berlian Identik dengan Tunangan

Berikut kisah tentang cincin berlian dan alasannya dipakai saat melamar kekasih.

Rima Sekarani Imamun Nissa | Amertiya Saraswati
cloud_download Baca offline
Cincin berlian. (Unsplash/Nick Karvounis)
Cincin berlian. (Unsplash/Nick Karvounis)

Dewiku.com - Bagi pasangan yang hendak melangsungkan pertunangan atau pernikahan, cincin merupakan barang yang penting. Selain tanda cinta, cincin juga menjadi simbol ikatan antara dua belah pihak.

Salah satu jenis cincin yang lekat dengan peristiwa pertunangan adalah cincin berlian. Biasanya, cincin berlian bakal diberikan oleh seorang lelaki saat melamar kekasihnya.

Walau ukuran dan harga cincin tunangan sama sekali tidak ada hubungannya dengan keseriusan untuk menikah, ternyata ada sejarah tersendiri di balik penggunaan cincin berlian ketika pertunangan.

Melansir laman Your Tango, sejarah cincin tunangan dari berlian tersebut bisa disimak dalam empat kisah berikut.

Ilustrasi cincin berlian. (Pixabay/Engin_Akyurt)
Ilustrasi cincin berlian. (Pixabay/Engin_Akyurt)

Cincin tunangan berlian pertama diberikan kepada Mary of Burgundy pada tahun 1477

Pada 1477 silam, Archduke Maximilian dari Austria menjadi pria pertama yang memberikan cincin tunangan dengan berlian untuk Mary of Burgundy.

Sebenarnya, Maximillian adalah pria miskin. Namun, dalam perjalanannya menemui Mary of Burgundy, dia mendapat hadiah emas dan perak dari warga.

Dari sinilah, Maximillian dapat membeli cincin emas dengan berlian berbentuk huruf M. Cincin tersebut kini disimpan di Museum of Profane Treasury di Wina.

Barulah pada awal abad 19, cincin berlian mulai populer di Amerika Serikat.

Setelah krisis ekonomi di tahun 1930-an, sebuah perusahaan berlian bernama De Beers pun mempopulerkan frasa "berlian adalah selamanya". Inilah yang mendorong munculnya tren cincin tunangan berlian.

Ilustrasi cincin berlian. (Pexels/Leah Kelley)
Ilustrasi cincin berlian. (Pexels/Leah Kelley)

Cincin berlian yang dicuri dan ditelan

Walaupun populer, cincin berlian bukanlah benda yang murah. Akibatnya, seorang pria bernama Simon Hooper pun terpaksa mencuri cincin berlian untuk melamar kekasihnya.

Cincin curian ini ditelan Hooper untuk disembunyikan. Namun, Hooper lantas berakhir ditangkap polisi.

Hooper dipenjara selama 12 minggu lamanya. Demi mengembalikan cincin itu, polisi pun harus menunggu sampai Hooper buang air besar.

Cincin berlian terbukti tahan banting

Tak heran jika cincin berlian identik dengan hubungan yang abadi. Hal ini terbukti dengan kisah seorang pria bernama Don Walling yang hendak melamar kekasihnya di Jembatan Brooklyn. Sayangnya, cincin berlian yang dia bawa jatuh di jalan raya.

Tanpa memedulikan lalu lintas, Walling pun berusaha menemukan cincin itu. Bahkan, beberapa orang sempat mengira pria itu hendak bunuh diri.

Don Walling akhirnya berhasil menemukan cincin berlian itu. Walau cincin itu tak lagi berbentuk, berlian yang terpasang sama sekali tidak rusak.

Pernikahan Don Walling dan kekasihnya pun bertahan dan awet hingga sekarang.

Kate Middleton. (Instagram/@kensingtonroyal)
Kate Middleton. (Instagram/@kensingtonroyal)

Cincin dengan berlian biru yang menginspirasi cincin Putri Diana

Berlian biru tergolong langka di dunia ini. Tak heran, sebuah cincin yang dinamai Chopard Blue Diamond pun dihargai sebagai aksesori termahal di dunia.

Cincin berlian biru ini rupanya juga menjadi inspirasi dalam pertunangan Pangeran Charles dan Putri Diana.

Pangeran Charles diketahui memberikan cincin batu safir biru 12 karat yang dikelilingi 14 butir berlian.

Cincin itu lalu diwariskan kepada Pangeran William, dan diberikan kepada Kate Middleton ketika mereka bertunangan.

Terkait

Terkini