Sabtu, 30 Mei 2020

Duh, Berikut 7 Dampak Pandemi Covid-19 bagi Industri Mode dan Kecantikan

Salah satunya Met Gala dibatalkan.

Rima Sekarani Imamun Nissa
cloud_download Baca offline
Ilustrasi fashion show. (Unsplash/Bronel Johnson)
Ilustrasi fashion show. (Unsplash/Bronel Johnson)

Dewiku.com - Adanya pandemi virus Corona Covid-19 memaksa masyarakat dunia membatasi kegiatan di luar rumah. Kondisi tersebut tentu juga berdampak para bisnis fesyen dan kecantikan.

Melansir dari laman wwd.com, dari mengganggu rencana pekan mode hingga daftar panjang toko yang tutup, berikut adalah dampak wabah Corona Covid-19 yang memengaruhi bidang fesyen (fashion), kecantikan, dan ritel.

1. Saham Mode Jatuh

Sejak Corona Covid-19 dengan cepat menyebar ke seluruh dunia, pasar saham telah mengalami penurunan signifikan selama beberapa pekan terakhir. Pada 16 Maret, perdagangan dihentikan tak lama setelah pasar dibuka dan Dow Jones Industrial Average turun 1.820,41 poin (atau 7,9 persen) menjadi 21.365,21.

Di antara mereka yang paling terpukul oleh penurunan tersebut adalah G-III Apparel Group (turun 27,1 persen menjadi 11,07 dolar AS), Capri Holdings (turun 26,2 persen menjadi 10,29 dolar AS), RealReal Inc. (turun 19,3 persen menjadi 7,02 dolar AS), Tapestry Inc. (turun 19,3 persen menjadi 13,10 dolar AS) dan Nordstrom Inc. (turun 17 persen menjadi 17,93 dolar AS).

Duh, Berikut 7 Dampak Pandemi Covid-19 bagi Industri Mode dan Kecantikan - 1
Ilustrasi: Saham fashion turun. (Shutterstock)

2. Rapat Umum Industri Mode

Banyak tokoh dan perancang busana yang mengumpulkan donasi untuk turut memerangi penyebaran global Corona Covid-19. Mereka menyumbangkan uang hingga berbagai peralatan medis ke rumah sakit dan lembaga Italia.

Negara spaghetti tersebut mengalami wabah Corona Covid-19 terbesar kedua di dunia setelah China.

Daftar dermawan semakin bertambah, salah satunya menyumbangkan 2 juta euro kepada organisasi perawatan kesehatan Italia, dan LVMH Moët Hennessy Louis Vuitton yang memproduksi pembersih tangan di semua fasilitas parfum dan kosmetiknya untuk disumbangkan ke otoritas kesehatan Prancis.

Influencer Powerhouse Chiara Ferragni dan suaminya, Fedez, meluncurkan penggalangan dana GoFundMe pada 9 Maret untuk membeli tempat tidur rumah sakit di area perawatan intensif RS San Raffaele Milan. Di luar itu, keduanya juga memberikan sumbangan pribadi sebesar 100.000 euro.

Penggalangan dana sudah mengumpulkan lebih dari 4 juta euro. Lainnya yang menyumbang untuk tujuan ini termasuk Giorgio Armani, Donatella Versace, Marco Bizzarri dari Gucci dan Remo Ruffini dari Moncler.

Ilustrasi fashion show. (Unsplash/Raden Prasetya)
Ilustrasi fashion show. (Unsplash/Raden Prasetya)

3. Mengganggu pelaksanaan Fashion Week

Corona Covid-19 menerpa Italia di tengah-tengah pelaksanaan Milan Fashion Week pada akhir Februari, menyebabkan sejumlah desain - termasuk Giorgio Armani, mesti memikirkan kembali format acara mereka.

Virus ini telah menyebabkan banyak produsen desain membatalkan atau menunda pertunjukan internasional mereka hingga 2021, termasuk Armani, Dior, Gucci, Hermès, Max Mara, Prada, Chanel, serta Versace.

Pertunjukkan Chanel Métiers d'Art, pertunjukan musim gugur 2020 milik Ralph Lauren, dan pertunjukan musim gugur Burberry 2020 pun ditunda karena virus Corona Covid-19.

 New York Bridal Week, yang dijadwalkan pada 16-20 April 2020 disarankan untuk menggunakan platform Zoom dan Join.me untuk menyajikan koleksi mereka.

4. Acara Besar Dibatalkan

Sejumlah acara terkenal telah dibatalkan selama beberapa pekan terakhir karena Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit memberlakukan pedoman yang lebih ketat pada pertemuan kelompok besar.

Acara yang dibatalkan ini mencakup hampir setiap industri, termasuk mode, film, teknologi, dan olahraga.

Di antara yang dibatalkan adalah Festival Musik dan Seni Coachella Valley, SXSW, Festival Film Tribeca, Beautycon, Marathon Boston serta Olimpiade Musim Panas 2020.

Met Gala 2020 telah diumumkan kepala editor Vogue Anna Wintour pada 16 Maret juga ditunda tanpa batas waktu. Pun Penghargaan CFDA yang rencananya diadakan di Perpustakaan Umum New York pada 8 Juni mendatang.

5. Acara Lain Go Virtual

Ilustrasi streaming video. [Shutterstock]
Ilustrasi streaming video. [Shutterstock]

Girlboss Rally di Los Angeles beralih ke streaming online gratis untuk penontonnya. Peserta yang telah membeli tiket untuk acara awal pada 25 April 2020 akan menerima pengembalian uang.

Acara-acara lain yang menjadi tayangan online akibat wabah virus Corona Covid-19 di antaranya Zero Waste Summit, Konferensi Nasional Kampanye Perdagangan yang Adil, serta Google Cloud Next: konferensi Digital Connect.

6. Toko Ritel tutup

ilustrasi merek fashion H&M [shutyterstock]
ilustrasi merek fashion H&M [shutterstock]

Belakanga, sejumlah toko ritel mengumumkan penutupan sementara tokonya di AS. Mereka termasuk Nordstrom, Saks Fifth Avenue, Macy's, H&M, Chanel, Ralph Lauren, Sephora, Nike, Apple, Walmart, Urban Outfitters, Madewell, Everlane, Lululemon, Glossier, Reformation dan Anthropologie.

Mal-mal perbelanjaan besar, termasuk mal Super New Jersey, American Dream dan South Coast Plaza, California dan Rodeo Drive juga ditutup sementara.

Bukan hanya itu, situs e-commerce mereka juga ditutup untuk sementara waktu, termasuk Victoria's Secret, Pink dan TJX.

7. Tempat fitnes Tutup

Sesuai dengan perintah Cuomo bahwa semua gym - selain bisnis lain seperti bioskop dan kasino - di negara bagian New York ditutup mulai 16 Maret 2020. Bisnis kesehatan dan kebugaran seperti Equinox, SoulCycle, Tracy Anderson, 305 Fitness dan SLT, pun ditutup.

Pada bidang kecantikan, Sephora telah menutup tokonya di AS dan Kanada. Juga Ulta Beauty mengurangi jam kerjanya dan menghentikan semua layanan.

Tempat-tempat kecantikan New York City lainnya, termasuk Bumble and bumble, Heyday, Glowbar, Sundays Studio, Chillhouse, Blushington dan Tenoverten pun telah ditutup sementara sebagai tindak lanjut adanya pandemi virus corona Covid-19. (*Lilis Varwati)

Terkait

Terkini