Minggu, 17 November 2019

Heboh Video Membakar Tas Senilai Rp 50 Juta, Ternyata Ini Tujuannya

Membakar tas demi mempertahankan kualitas.

Rima Sekarani Imamun Nissa
Ilustrasi perempuan dan api. (Unsplash)
Ilustrasi perempuan dan api. (Unsplash)

Dewiku.com - Membakar tas atau produk lain yang tidak laku atau rusak pada dasarnya telah menjadi hal lumrah bagi beberapa merek papan atas di dunia, seperti Louis Vuitton dan Burberry. Hal tersebut dilakukan demi menjaga kualitas produk yang mereka persembahkan kepada konsumen.

Namun, perkara membakar tas itu sepertinya belum begitu familiar bagi publik Tanah Air. Belum lama ini, video pembakaran tas yang dilakukan sebuah online shop lokal, Handmadeshoesby, menjadi viral dan menuai kontroversi di kalangan warganet.

Video pembakaran tas itu lalu banyak diunggah ulang di media sosial, salah satunya akun Instagram @tantee_reempong_oficiall pada Kamis (5/9/2019) malam.

"Ngebakar tas yang nggak layak jual senilai Rp 50 juta," tulis akun @tantee_reempong_oficiall dalam postingannya.

Rupanya, banyak warganet yang kontra dengan aksi membakar tas itu. Online shop bersangkutan dianggap mubazir dan menilai bakal lebih berfaedah jika disumbangkan saja. Ada juga yang mengaitkannya dengan polusi udara dan pencemaran lingkungan.

Video membakar tas senilai Rp 50 juta. (Instagram/@tantee_reempong_oficiall)
Video membakar tas senilai Rp 50 juta. (Instagram/@tantee_reempong_oficiall)

Pihak bersangkutan rupanya begitu tanggap dengan prokontra yang terjadi. Video terkait sudah tak ada di akun @handmadeshoesby. Sebuah video klarifikasi kemudian juga diunggah di akun @tantee_reempong_oficiall pada Jumat (6/9/21019).

Owner Handmadeshoesby, Tom Liwafa, memberikan penjelasan atas kegiatan membakar tas senilai Rp 50 juta tersebut.

Dia mengatakan, pembakaran tas sebenarnya sudah rutin dilakukan setiap bulan demi menjaga kualitas produk yang dipasarkan serta kepercayaan pelanggan.

Namun, kali ini jumlah produk yang dimusnahkan memang lebih banyak ketimbang biasanya sehingga tim kreatif mereka tertarik menjadikannya bahan konten media sosial.

Video membakar tas senilai Rp 50 juta. (Instagram/@tantee_reempong_oficiall)
Video membakar tas senilai Rp 50 juta. (Instagram/@tantee_reempong_oficiall)

"Tentu kita sebelum membakar sudah menyiapkan APAR guna meredam api menjadi lebih besar. Kemarin setelah pembakaran pun kita sudah membersihkan tempat ini,” tutur Tom Liwafa.

Tom Liwafa juga menegaskan bahwa lokasi pembakaran adalah bantaran sungai serta jauh dari area pemukiman.

Mengapa tasnya tidak disumbangkan saja? Menurut Tom Liwafa, barang yang dibakar itu sudah terlalu tidak layak untuk dijual dengan harga diskon maupun disumbangkan. Kerusakannya dianggap fatal, misalnya bagian reslesting sudah jebol atau bahkan telah dimakan rayap.

Klarifikasi video membakar tas senilai Rp 50 juta. (Instagram/@tantee_reempong_oficiall)
Klarifikasi video membakar tas senilai Rp 50 juta. (Instagram/@tantee_reempong_oficiall)

Dia juga menuturkan kalau pembakaran tas sebenarnya sangat lazim di luar negeri, misalnya oleh merek Louis Vuitton, Burberry, dan Hermes.

"Untuk menjaga kualitas tas, diharuskan produk ini dibakar karena tidak mungkin dijadikan sumbangan saat kualitasnya kurang baik. Itu akan membuat citra brand kita jadi turun," kata dia.

Walau begitu, pria ini tetap meminta maaf kepada publik karena video timnya yang sedang membakar tas menjadi tayangan yang kurang berkenan. Dia juga menyatakan akan lebih selektif dalam pembuatan konten ke depannya.

Terkait

Terkini