Selasa, 15 Oktober 2019

Wow, Sweater Putri Diana Terjual Ratusan Juta

Sweater ini disebut juga "selimut keamanan" Putri Diana.

Rima Sekarani Imamun Nissa | Yasinta Rahmawati
Ilustrasi patung Putri Diana. (Pixabay/Sciffler)
Ilustrasi patung Putri Diana. (Pixabay/Sciffler)

Dewiku.com - Busana Putri Diana kembali dilelang. Kali ini, bukan mahkota, surat berharga, ataupun gaun formalnya, melainkan sebuah sweater yang biasa ia kenakan saat berolahraga.

Dilansir dari In Style, sweater pullover itu menampilkan gambar seorang wanita dengan tulisan "Virgin Atlantic". Kaus ini dibeli oleh pembeli misterius di California, Amerika Serikat, seharga USD 53.532 atau sekitar Rp 753 juta.

Harga tersebut menjadikannya salah satu pakaian olahraga termahal. Putri Diana sering tertangkap kamera memakai kaus model pullover itu.

Sebenarnya, tahun 1997 kaus itu sudah diberikan kepada pelatih pribadinya, Jenni Rivett. Namun, Jenni lalu menawarkannya pada pada RR Auction di Boston, yang menjadi tuan rumah pelelangan itu.

Dia menjelaskan bahwa sweater itu adalah semacam "selimut keamanan" untuk sang putri. Putri Diana sengaja mengenakannya untuk menangkal fotografer dan siapa pun yang ingin membuat komentar tentang pakaian yang dia kenakan.

Sweater Putri Diana. (Rrauction.com)
Sweater Putri Diana. (Rrauction.com)

Dengan mengenakan sesuatu yang biasa seperti kaus logo, dia merasa tidak akan menerima kritik apa pun. Namun, walau ia mencoba membuatnya menjadi biasa, kaus itu tetap saja menjadi ikon.

"Dia selalu mengenakan kaus yang sama saat kita bertemu untuk berolahraga. Dia bosan media berspekulasi tentang pakaiannya saat ada hal-hal yang lebih penting terjadi di dunia," ungkap Jenni.

Pangeran Charles dan Putri Diana. (Shutterstock)
Pangeran Charles dan Putri Diana. (Shutterstock)

Jenni pun memutuskan untuk menjualnya dan menyumbangkan seluruh pendapatan untuk amal, sesuatu yang menurutnya akan senang hati dilakukan Putri Diana jika mendiang masih hidup.

Secara khusus, uang hasil penjualan sweater Putri Diana itu bakal disumbangkan ke Malawi, Afrika, guna membantu anak perempuan pergi ke sekolah.

Terkait

Terkini