Selasa, 15 Oktober 2019

Performa Seks Memengaruhi Produktivitas Kerja, Ini Penjelasannya

Sibuk bekerja boleh, performa seks tetap jangan diabaikan.

Rima Sekarani Imamun Nissa
Ilustrasi hubungan suami istri. (Pixabay/Sasin Tipchai)
Ilustrasi hubungan suami istri. (Pixabay/Sasin Tipchai)

Dewiku.com - Manfaat seks memang sudah banyak dan berkali-kali diungkap. Namun, satu hal ini mungkin agak sedikit mengejutkan. Penelitian terbaru dilakukan untuk memahami dampak seks pada produktivitas kerja.

Anda yang akhir-akhir ini merasa kurang bersemangat dengan rutinitas kerja, alih-alih berencana mengajukan cuti dan menghabiskan uang tabungan untuk berlibur, tak ada salahnya mencoba memperbaiki performa seks Anda terlebih dahulu.

Ya, karena sebuah penelitian yang dilakukan Oregon State University mengungkap, kehidupan seks yang sehat di rumah bisa berhubungan dengan kepuasan dan kinerja yang lebih baik pula di kantor.

Dilansir dari The Health Site, hal ini tentu berdampak pada meningkatnya keseimbangan kehidupan pribadi dan karier yang lebih baik.

Guna melakukan penelitian ini, tim meminta 159 karyawan yang sudah menikah mengisi dua survei singkat setiap hari.

Karyawan yang memiliki kehidupan seks aktif dilaporkan berada dalam suasana hati yang lebih baik dan lebih positif pada hari berikutnya. Ini memungkinkan mereka menjadi lebih produktif, kinerja lebih baik, dan bahagia sepanjang hari.

Ilustrasi hubungan intim. (Shutterstock)
Ilustrasi hubungan intim. (Shutterstock)

Efeknya berlangsung selama 24 jam dan sama baiknya untuk lelaki maupun perempuan, terlepas dari kualitas tidur dan kepuasan pernikahan mereka.

Dengan demikian, para peneliti menyimpulkan bahwa seks harus menjadi prioritas bagi orang-orang karena mempunyai manfaat sosial, emosional, dan fisiologis.

Ilustrasi wawancara kerja. (Unsplash/Charles PH)
Ilustrasi wawancara kerja. (Unsplash/Charles PH)

Studi yang dipublikasikan dalam Journal of Management ini memaparkan, hal ini dikarenakan seks memicu pelepasan dopamin yang mengendalikan pusat-pusat rangsangan di otak serta oksitosin yang bertanggung jawab atas ikatan dan keterikatan sosial.

Ini membuat seks menjadi pengangkat suasana hati alami yang meremajakan seseorang dan memotivasinya untuk tampil lebih baik di tempat kerja. Itulah mengapa hubungan seks dianggap mampu meningkatkan produktivitas kerja. (Suara.com/Dinda Rachmawati)

Terkait

Terkini