Selasa, 29 September 2020

Ngeri, Wanita Ini Ingin Buat Tas dari Kulitnya Sendiri

Kulit dari kakinya yang harus diamputasi.

Rima Sekarani Imamun Nissa | Yasinta Rahmawati
cloud_download Baca offline
Ilustrasi tas. (Unsplash/Tamara Bellis)
Ilustrasi tas. (Unsplash/Tamara Bellis)

Dewiku.com - Tas kulit biasanya terbuat dari kulit hewan maupun kulit sintetis. Namun, wanita satu ini ingin memiliki tas dari kulitnya sendiri alias tas dari kulit manusia.

Dilansir dari Metro, Joan yang berusia 55 tahun dari Manchester, Inggris, memiliki penyakit arteri perifer. Kondisi itu menyebabkan dirinya haru mengangkat kaki kirinya dengan pembedahan.

Alih-alih membiarkan kakinya yang diamputasi menjadi limbah medis, Joan sekarang mencari perancang yang mau mengubah mimpinya menjadi kenyataan.

Dia membawa permintaannya ke Sewport.com, sebuah situs yang menghubungkan merek dan produsen. Di sana ia berharap ada yang bersedia menghubungkannya dengan desainer yang mau memanfaatkan kulit manusia.

Sketsa tas kulit Joan. (Sewport)
Sketsa tas kulit Joan. (Sewport)

Untuk mewujudkan keinginannya, Joan sudah menyiapkan anggaran sebesar 3.000 poundsterling atau sekitar Rp 55 juta. Ia menginginkan desain tas berukuran sedang dengan tali pendek.

Dalam permintaan aslinya di situs tersebut, Joan menulis, ;;Aku tahu itu agak aneh dan menjijikkan, dan beberapa orang mungkin berpikir aku gila, tapi ini kakiku dan aku tidak bisa membayangkan itu dibiarkan membusuk di suatu tempat.''

'Itu bagian dari diriku dan aku ingin menyimpannya,'' lanjut Joan.

Sementara itu, para ahli di Sewport.com sangat ingin menemukan seorang desainer yang cocok untuk memenuhi kebutuhan Joan.

Sketsa tas kulit Joan. (Sewport)
Sketsa tas kulit Joan. (Sewport)

Di situs web mereka berkomentar, ''Sebelum kamu mengatakan 'ew kotor!', Kami telah berbicara dengan wanita itu dan alasannya di baliknya bisa dimengerti dan sangat pribadi.''

Joan tidak tahan dengan gagasan limbah medis, bagian tubuh manusia yang dibuang begitu saja. Dia akan melakukan segala daya untuk menghentikan hal itu terjadi pada kakinya.

''Saya tidak tahu apakah ini bahkan masuk akal, tetapi saya berpikir jika kita menggunakan kulit binatang untuk pakaian dan aksesori maka mengapa hal yang sama tidak bisa dilakukan dengan kulit kita,'' jelas Joan.

Terkait

Terkini