Rabu, 22 Mei 2019

Dituding Rasis, Dolce and Gabbana Mengaku Akunnya Diretas

Dolce and Gabbana memposting video iklan dalam tiga seri dan semuanya dianggap rasis oleh penduduk Cina.

Rima Sekarani Imamun Nissa | Rima Suliastini
Ilustrasi Dolce and Gabbana. (Instagram/@dolcegabbana)
Ilustrasi Dolce and Gabbana. (Instagram/@dolcegabbana)

Dewiku.com - Rumah mode papan atas, Dolce and Gabbana baru saja membuat postingan konfirmasi terkait video unggahan di akun Instagram resmi milik rumah mode tersebut dan akun Stefano Gabbana.

Melalui postingan itu, Dolce and Gabbana mengaku telah kena hack alias diretas dan tim hukum mereka sedang menyelidiki kasus ini.

Konfirmasi Dolce and Gabbana. (Instagram/@dolcegabbana)
Konfirmasi Dolce and Gabbana. (Instagram/@dolcegabbana)

Mereka juga menyatakan sangat menghormati Cina dan rakyat Cina. Terkait unggahan konten yang berbau rasis tersebut, Dolce and Gabbana meminta maaf atas segalanya.

Belum lama ini, Dolce and Gabbana mengunggah video kampanye iklan baru mereka. Dalam video itu, tampak seorang model Asia berusaha keras menikmati makanan Italia dengan sumpit.

Konfirmasi Dolce and Gabbana. (Instagram/@stefanogabbana)
Konfirmasi Dolce and Gabbana. (Instagram/@stefanogabbana)

Dengan mengenakan koleksi terbaru dari Dolce and Gabbana, model perempuan tersebut terlihat bingung saat akan menikmati makanan Italia pakai sumpit.

Video yang diposting dalam tiga seri itu masing-masing memperlihatkan model yang sama tapi menyantap tiga makanan yang berbeda, yaitu Pizza margherita, Sicilian cannolo dan Spaghetti al pomodoro.

Video ini adalah bagian dari seri kampanye baru Dolce and Gabbana, yaitu DG Loves China.

Cuplikan video iklan Dolce and Gabbana. (Instagram/@dolcegabbana)
Cuplikan video iklan Dolce and Gabbana. (Instagram/@dolcegabbana)

Bukannya mendapat respons positif dari masyarakat, konten video ini justru menyulut kemarahan warga Cina karena dianggap rasis dan merendahkan budaya Cina. Bagi mereka, pelafalan nama-nama asing dari narator dianggap ambigu dan memunculkan pertanyaan baru. Untuk siapa sebenarnya video ini dibuat?

Di Weibo, Dolce and Gabbana mendapat kritik karena adanya stereotip negatif nuansa budaya Cina. Kebanyakan dari mereka mengaku tersinggung dengan video tersebut.

Terkait

Terkini