Minggu, 13 Juni 2021

Meluncur di Tengah Pandemi, Brand Kosmetik Pinkflash Utamakan Kualitas

Produk-produk Pinkflash juga dikemas begitu cantik dan menarik.

Rima Sekarani Imamun Nissa
cloud_download Baca offline
Produk kosmetik dari brand Pinkflash (Istimewa)
Produk kosmetik dari brand Pinkflash (Istimewa)

Dewiku.com - Di masa pandemi, industri kosmetik menjadi salah satu sektor strategis, di mana pembelian produk kosmetik secara online meningkat hingga 80% pada November 2020 lalu. Indonesia sendiri termasuk pasar potensial untuk penjualan produk kecantikan. Bahkan, menurut Euromonitor, pasar kecantikan dan perawatan diri di Indonesia diperkirakan akan bertumbuh hingga mencapai Rp119 triliun ($8,46 miliar) pada 2022 mendatang.

Tren positif ini juga dirasakan oleh salah satu brand kosmetik pendatang baru, yakni Pinkflash. Diluncurkan di tengah pandemi, tepatnya September 2020, Pinkflash berhasil mendapatkan izin Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan mencatatkan pertumbuhan pesat di seluruh wilayah Asia Tenggara.

Produk Pinkflash menjadi salah satu yang paling laris di marketplace. Contohnya adalah penjualan bulanan lipstik yang telah mencapai 7.600pcs di Malaysia. Begitu pula dengan blush on  yang berhasil menempati urutan pertama di Shopee dengan 3.400pcs per bulan.

"Ketika semakin banyak konsumen yang membeli secara online, salah satu aspek terpenting yang mereka perhatikan adalah keamanan dan kualitas produk. Ada ratusan brand kosmetik di luar sana, namun Pinkflash selalu memprioritaskan keamanan dan kualitas produk kami. Itulah mengapa kami hanya menggunakan bahan-bahan yang aman dengan proses produksi berstandar tinggi," ungkap Febryanto, E-Commerce Supervisor Pinkflash Indonesia dalam rilis yang diterima Dewiku.com, Selasa (11/5/2021).

Beragam produk kosmetik dari brand Pinkflash (Istimewa)
Beragam produk kosmetik dari brand Pinkflash (Istimewa)

"Pinkflash telah lulus sertifikasi BPOM paling ketat di Indonesia hanya dalam waktu setengah tahun. Karena itu, konsumen pun bisa dengan tenang menggunakan berbagai produk riasan kami untuk kegiatan sehari-hari karena formulanya telah dirancang dengan sangat baik," imbuhnya.

Guna menambah kualitas produk, Pinkflash memasukkan elemen vitamin dan bahan-bahan alami. Dengan begitu, pengguna riasan Pinkflash dapat merasakan manfaat makeup sekaligus merawat kulit muka, terlebih melihat banyaknya perempuan Indonesia yang memiliki kulit sensitif akibat tumbuh di daerah tropis.

Misalnya, lipstik Pinkflash mengandung vitamin E, sementara produk lipgloss dibuat dengan minyak kelapa, bunga matahari, serta kacang Macademia. Semuanya tentu merupakan bahan alami yang aman bagi konsumen.

"Karena keamanan yang dijamin BPOM dan kualitas produk yang terbuat dari bahan-bahan alami, Pinkflash merupakan brand kosmetik yang sangat cocok untuk para pemula. Selain itu, harga produk-produk Pinkflash, mulai dari lip gloss, blush on, hingga lipstik, juga terjangkau sehingga dapat mengakomodasi semua makeup enthusiast di Indonesia," ujar Febryanto.

Langkah Pinkflash yang mengutamakan kualitas produk kosmetik merupakan strategi khusus untuk menarik konsumen Indonesia. Berdasarkan Consumer Insight Deloitte tahun 2019, faktor utama konsumen Indonesia dalam memilih brand kosmetik adalah harga (19%) dan kualitas (19%).

Selain itu, menurut Euromonitor, rata-rata total belanja masyarakat Indonesia untuk kebutuhan kosmetik dan perawatan diri berkisar di sekitar Rp282.000 ($20) per kapita. Angka tersebut masih lebih rendah dibandingkan Thailand ($56) dan Malaysia ($75). Artinya, ruang perkembangan bagi industri kecantikan di Indonesia masih sangat potensial.

Terkait

Terkini