Kamis, 03 Desember 2020

Paling Sering Terjadi, 4 Kesalahan saat Menggunakan Cleansing Oil

Hal tersebut bisa membuat efek cleansing oil jadi tidak optimal.

Rima Sekarani Imamun Nissa
cloud_download Baca offline
Ilustrasi membersihkan wajah dengan tisu basah. (Unsplash/Septian Simon)
Ilustrasi membersihkan wajah dengan tisu basah. (Unsplash/Septian Simon)

Dewiku.com - Cleansing oil belakangan jadi salah satu produk pembersih wajah favorit para pecinta makeup. Hal itu lantaran kemampuannya yang dinilai dahsyat dalam mengangkat kotoran dan sisa makeup.

Namun, masih banyak orang yang kerap melakukan kesalahan saat memakai cleansing oil sehingga membuat produk ini tak memberikan hasil yang diharapkan.

Banyak orang terpikat dengan cleansing oil karena kemampuannya menyapu bersih sisa makeup, bahkan makeup waterproof dan transferproof sekalipun. Karena lebih efektif membersihkan kulit wajah, produk ini juga diyakini mampu mencegah munculnya jerawat. Selain itu mengingat berbahan dasar minyak, cleansing oil juga dapat membantu menjaga kelembapan kulit wajah.

Hanya saja untuk mendapat sederet manfaat di atas, tentu saja pemakaian cleansing oil harus tepat. Salah penggunaan, bukan tak mungkin malah jadi bumerang buat kulit wajahmu, misalnya bikin kulit jadi jerawatan.

Mau tahu apa saja kesalahan saat memakai cleansing oil? Dilansir dari laman Bebeautiful, berikut 4 kesalahan dalam penggunaan cleansing oil.

1. Mestinya cukup dibilas dengan air tapi masih banyak yang menghapusnya dengan kapas

Penggunaan cleansing oil sebenarnya sangat sederhana dan antiribet. Kamu cukup mengoleskannya secara merata ke area wajah, lalu pijat ringan selama 1-2 menit.

Kamu lalu cukup mencuci wajah dengan air hangat atau menggunakan metode handuk hangat. Tutupi wajah dengan handuk hangat dan biarkan selama beberapa saat sampai handuk menjadi dingin.

Nah, masalahnya, banyak orang merasa kurang puas kalau tidak menggosok sisa cleansing oil dengan kapas. Akibatnya, kulit wajah justru teriritasi dan berpotensi timbul jerawat.

2. Menggunakan cleansing oil terlalu banyak atau dibiarkan terlalu lama di wajah

Salah satu tugas cleansing oil adalah mengemulsi atau memisahkan minyak dari kulit kita. Jadi, kotoran dapat terangkat bersama dengan minyak tanpa merusak permukaan kulit.

Namun, jika digunakan berlebihan, surfaktan justru dapat menarik minyak alami wajah dan membuat kulit wajah jadi kering. Sebaiknya langsung dibersihkan setelah kita selesai memijat kulit wajah.

3. Tidak diikuti dengan cleanser berikutnya

Double cleansing adalah keharusan saat memutuskan menggunakan cleansing oil. Jika tidak, kulitmu akan menjadi terlalu berminyak.

Kamu bisa menggunakan facial wash untuk menyempurnakan proses pembersihan kulit wajah. Tujuannya, pori-pori wajahmu tidak tersumbat karena ada sisa cleansing oil yang tertinggal.

Setelah itu, barulah kamu mengoleskan toner atau serum agar kulit semakin terhidrasi.

4. Sembarangan pakai minyak yang bukan cleansing oil

Bahan dasar cleansing oil sangat beragam, yaitu minyak nabati yang kaya akan antioksidan seperti minyak kelapa, minyak almond, minyak zaitun, minyak alpukat, ataupun minyak argan. Namun, minyak nabati yang masih murni tersebut sebaiknya tidak digunakan sebagai cleansing oil.

Produk khusus cleansing oil harus selalu mengandung surfaktan, untuk memisahkan minyak dari permukaan kulit. Tanpa kandungan itu, minyak tak bisa membersihkan kotoran dengan efektif dan malah akan menyumbat pori. Jadi, kamu disarankan membeli produk cleansing oil yang memang diracik sebagai pembersih wajah.

Bagaimana, nih? Apakah kamu ternyata pernah melakukan kesalahan saat memakai cleansing oil(*Vania Rossa)

Terkait

Terkini