Selasa, 04 Agustus 2020

Maunya Gratisan, Wanita Ini Nekat Kabur ketika Mewarnai Rambut di Salon

Modus penipuan baru tersebut benar-benar mengejutkan pihak salon.

Rima Sekarani Imamun Nissa | Amertiya Saraswati
cloud_download Baca offline
Ilustrasi penata rambut. (Unsplash/Brendan Church)
Ilustrasi penata rambut. (Unsplash/Brendan Church)

Dewiku.com - Perawatan kecantikan di salon memang sering kali memakan biaya yang tidak murah. Walau demikian, beberapa orang tetap rela membayar mahal demi mempercantik penampilan.

Sayangnya, ada pula orang-orang yang ingin mengubah penampilan tapi enggan keluar uang. Hal itulah yang terjadi di sebuah salon bernama No 23 Hair and Beauty Studio di Plymouth, Inggris.

Dirangkum dari The Sun, sang penata rambut dan pemilik salon sukses dibuat terkejut saat menyadari bahwa mereka telah ditipu.

Menurut pemilik salon James Clarke, kala itu mereka melayani pelanggan yang bernama Helen Lee. Sebelumnya, Helen Lee sudah menelepon dan membikin janji untuk mewarnai rambut.

Biaya mewarnai rambut itu sendiri mencapai 70 poundsterling atau sekitar Rp 1,3 juta. Namun, pelanggan bernama Helen Lee itu justru kabur sebelum membayar.

Ilustrasi salon. (Unsplash/Guilherme Petri)
Ilustrasi salon. (Unsplash/Guilherme Petri)

Hari itu, penata rambut yang bertugas sudah mengaplikasikan warna dan membungkus rambut dengan menggunakan kertas foil. Namun, Helen Lee mengatakan ingin "pergi ke toko sebelah untuk membeli makanan".

Si pelanggan juga berkata bahwa dia akan membawa makanan itu kembali ke salon sembari menunggu cat rambut meresap. Tentu saja, penata rambut tidak menaruh curiga.

Sayang, Helen Lee rupanya tak kunjung kembali. Pelanggan itu juga tidak mengangkat telepon saat dihubungi oleh pihak salon.

Sadar bahwa mereka telah ditipu, pihak salon langsung melapor ke polisi. Mereka juga mengingatkan salon lain di area itu agar lebih waspada.

"Kami melakukan bisnis di mana kami tak mengira akan ada klien tidak jujur, jadi kami sama sekali tidak curiga. Sayangnya dia tak kembali dan mengabaikan telepon," tulis pihak salon lewat unggahan Facebook.

Hingga kini, sosok pelanggan perempuan yang melakukan penipuan di salon itu belum ditemukan. Namun, besar kemungkinan Helen Lee bukanlah nama asli.

"Penata rambut kami bekerja secara mandiri dan saat seseorang mendapatkan pelayanan, mereka berhak dibayar. Insiden seperti ini berdampak besar bagi bisnis kecil seperti kami," tambah salon itu.

"Kami membagikan kisah ini dengan harapan dia membacanya dan mau menghubungi kami untuk menjelaskan perbuatannya."

Pihak salon sendiri berharap jika perempuan itu tidak menipu dan punya alasan jelas mengapa tak kembali hari itu. Meski demikian, banyak yang berkomentar bahwa tindakan ini jelas-jelas penipuan.

"Aku tak percaya ini. Kalau dia tak bisa membayar, mestinya dia jujur," komentar seorang warganet.

"Ini sangat mengejutkan. Aku mesti membaca dua kali karena aku tak mengerti mengapa seseorang mau melakukan ini," imbuh warganet lain.

Terkait

Terkini