Sabtu, 15 Agustus 2020

5 Fakta soal Alkohol dalam Skincare, Ternyata Bisa Melembapkan Kulit!

Kandungan alkohol dalam skincare tidak selamanya berdampak buruk bagi kulit.

Rima Sekarani Imamun Nissa | Amertiya Saraswati
cloud_download Baca offline
Perawatan wajah menggunakan pelembab. (Shutterstock)
Perawatan wajah menggunakan pelembab. (Shutterstock)

Dewiku.com - Deretan skincare yang tidak mengandung alkohol makin laris belakangan ini. Banyak orang percaya jika skincare tanpa alkohol jauh lebih baik bagi kulit wajah.

Alkohol sering kali dituduh sebagai salah satu bahan yang menyebabkan kulit iritasi. Tidak hanya itu, skincare dengan kandungan alkohol dianggap punya bau menyengat.

Padahal, alkohol tak selamanya berdampak buruk bagi kulit. Bahkan, kandungan alkohol dalam skincare bisa memberikan manfaat tersendiri.

Melansir dari laman Self, berikut beberapa fakta soal kandungan alkohol dalam skincare.

Menggunakan sheet mask untuk perawatan wajah. (Shutterstock)
Menggunakan sheet mask untuk perawatan wajah. (Shutterstock)

1. Alkohol tak selalu meninggalkan rasa menyengat pada kulit

Apa yang ada di pikiranmu ketika mendengar kata alkohol? Biasanya, kita akan teringat pada alkohol yang diminum atau alkohol yang digunakan untuk membilas luka.

Walau demikian, alkohol yang terkandung di dalam kosmetik jauh berbeda dengan dua jenis alkohol tersebut.

"Alkohol adalah istilah kimia, dan artinya adalah molekul yang memiliki gugus hidroksil," kata asisten profesor di departemen dermatologi, John Zampella, M.D.

2. Alkohol digunakan untuk membuat produk lebih mudah terserap

Pada kosmetik, alkohol biasanya digunakan sebagai pelarut atau pengemulsi. Ini berguna agar produk kecantikan yang kamu gunakan bisa terserap kulit.

"Bahan-bahan seperti isopropyl alcohol, alcohol denat., methanol, dan ethyl alcohol membuat produk terasa lebih ringan di kulit dan cepat kering," ujar dermatolosi Cleveland Clinic, Melissa Piliang M.D. "Ini berguna terutama untuk kulit berminyak."

Selain itu, kandungan alkohol juga bakal membuat bahan-bahan seperti vitamin C dan retinol lebih mudah terserap tanpa terasa berminyak.

Perawatan wajah. (Shutterstock)
Perawatan wajah. (Shutterstock)

3. Beberapa jenis alkohol dapat melembabkan kulit

Kandungan alkohol seperti cetyl, stearyl, dan cetearyl alcohol bisa membantu kulit terasa lebih lembut dan halus. Biasanya, alkohol jenis ini dihasilkan dari asam lemak dalam tanaman.

Kosmetik yang mengandung bahan ini akan mempunyai tekstur berat dan tebal. Ketika digunakan, kulit pun akan terasa lebih lembap serta terlindungi.

4. Terlalu banyak alkohol tetap bisa menimbulkan iritasi pada kulit

Di sisi lain, terlalu banyak kandungan alkohol memang bisa membuat kulit kering dan teriritasi. Jadi, jangan terlalu banyak menggunakannya.

Alkohol yang bersifat melarutkan bisa mengurangi kandungan air dalam kulitmu. Kalau terlalu sering digunakan, kulit pun akan mudah iritasi.

Sementara, alkohol yang bersifat melembabkan bisa menyumbat pori-pori jika terlalu banyak digunakan.

Berhentilah menggunakan kosmetik dengan kandungan alkohol kalau kulitmu mulai terasa kering, sensitif, dan mudah teriritasi. Kemudian, konsultasikan ke dokter kulit.

Ilustrasi kulit kering. [Shutterstock]
Ilustrasi kulit kering. [Shutterstock]

5. Cari tipe alkohol yang tepat untuk kulitmu

Kandungan alkohol dalam kosmetik tidak bisa sepenuhnya dihilangkan. Namun, ingatlah bahwa alkohol hanya salah satu dari sekian banyak bahan yang digunakan.

Kalau kamu memiliki kulit berminyak, pilihlah kosmetik yang mengandung ethyl alcohol. Sebaliknya, seseorang dengan kulit kering disarankan memakai alkohol tipe cetyl dan stearyl.

Sementara, kalau kulitmu sensitif dan mengalami eksim, jauhi semua produk yang mengandung alkohol. Pasalnya kulit sensitif lebih gampang mengalami iritasi karena alkohol.

Terkait

Terkini