Jum'at, 15 November 2019

Hobi Ganti Gaya Rambut, Ternyata Perempuan Ini Punya Alasan Pilu

Dia telah mengenakan rambut palsu sejak usia 7 tahun.

Rima Sekarani Imamun Nissa | Yasinta Rahmawati
Perempuan sedih. (Unsplash/Aricka Lewis)
Perempuan sedih. (Unsplash/Aricka Lewis)

Dewiku.com - Abby Andrew selalu memerkan gaya rambut keren miliknya di akun Instagram. Namun, siapa sangka ada kisah haru di balik itu semua.

Melansir Mirror, perempuan asal New York, Amerika ini sebenarnya tidak mempunyai rambut alias botak. Abby menceritakan kalau ia sudah mulai mengalami kerontokan rambut sejak balita hingga mengalami kebotakan.

Kondisi tersebut disebabkan alopecia, yakni penyakit kulit autoimun yang menyebabkan kerontokan rambut di kulit kepala, wajah dan area tubuh yang berbulu lain.

Perempuan 24 tahun tersebut mengaku telah memakai wig atau rambut palsu sejak usia 7 tahun dan merahasiakan kalau dia sebenarnya botak. Demi menjaga rahasianya, ia bahkan berhenti dari tim renang dan menolak main rollorcoaster karena takut rambut palsunya terbang.

Abby memperlakukan wignya seperti rambut asli. Saat liburan sekolah tiba, dia baru akan mengganti model rambut palsu andalannya.

Ilustrasi perempuan sedih karena jadi korban selingkuh. (Unsplash/Riccardo Mion)
Ilustrasi perempuan sedih. (Unsplash/Riccardo Mion)

"Aku tidak pernah mengganti gaya atau warna rambut. Aku meyakinkan orang lain jika aku mengecat rambut atau memotongnya," ungkap Abby.

Namun menginjak usia 18 tahun, Abby lelah berpura-pura. Dia lalu memberanikan diri untuk jujur tentang kondisinya.

Mulanya ia hanya mengaku pada teman-teman terdekat, baru kemudian di media sosial. Beberapa tahun kemudian Abby akhirnya berani mengungkapkan kondisi sebenarnya di akun Youtube miliknya.

Abby Andrew. (Instagram/@abbyandrew.yt)
Abby Andrew. (Instagram/@abbyandrew.yt)

Kini Abby merasa lebih nyaman dan lega karena jujur kepada orang lain maupun dirinya sendiri. Ia masih sering bergonta-ganti model wig meski sesekali menunjukkan kebotakannya dengan bangga.

Ia juga  sudah mulai menjalin hubungan dengan seorang pria yang menerima dirinya apa adanya.

"Para pria justru banyak yang tidak keberatan dengan kondisiku. Mereka bahkan menjadikan alopecia sebagai bahan untuk memulai pembicaraan," ungkapnya.

Terkait

Terkini