Selasa, 23 Juli 2019

Bagai Titisan Neraka, Terapis Kecantikan Ini Tega Bikin Cacat Wajah Pasien

Ratusan orang jadi korban terapis kecantikan gadungan ini.

Rima Sekarani Imamun Nissa
Ilustrasi filler hidung. (Shutterstock)
Ilustrasi filler hidung. (Shutterstock)

Dewiku.com - Meski masih menjadi prosedur kecantikan favorit, nyatanya suntik botox dan filler memang berisiko tinggi. Seorang terapis kecantikan bernama Natalia Korosteleva bahkan dilaporkan telah membuat wajah ratusan wanita menjadi cacat hingga dijuluki bagai titisan neraka.

Dilansir dari The Sun, Natalia diketahui menyuntikkan bahan berbahaya yang diimpor dari Ukraina. Tak tanggung-tanggung, korban wanita asal Rusia ini bahkan disebut telah mencapai setidaknya 500 orang.

Seorang aktris Rusia dikabarkan menjadi salah satu korban. Wajah sang aktris pun rusak hingga dia tidak bisa menerima pekerjaan apapun lagi karena penampilannya dirasa minus.

Satu orang korban mengaku pipinya bengkak hingga perlu melakukan 25 kali operasi untuk pemulihan. Ada juga korban yang mengalami gangguan saraf hingga cacat permanen pada wajahnya.

Terapis kecantikan gadungan itu pada akhirnya dilaporkan ke pihak berwajib dan telah divonis dengan hukuman penjara 5,5 tahun.

Ilustrasi suntik botox. (Foto: shutterstock)
Ilustrasi suntik botox. (Shutterstock)

Natalia terbukti menyuntikkan silikon cair dan bipolimer pada wajah pasiennya. Keduanya merupakan bahan berbahaya dan telah dilarang beredar di Rusia serta beberapa negara lain. Hal tersebut mengingat efek sampingnya yang dapat menyebabkan peradangan kronis dan rasa sakit parah. 

Ilustrasi perawatan kulit dengan terapi suntik, botox, memutihkan kulit. (Shutterstock)
Ilustrasi perawatan kulit dengan terapi suntik botox. (Shutterstock)

Penyidik Kirill Revyako mengungkapkan bahan itu benar-benar berbahaya apabila digunakan di bibir dan wajah.

“Konsekuensinya amat buruk, termasuk kerusakan pada otot-otot wajah. Dia menyuntikkannya ke klien dengan kedok bahwa bahan itu adalah hyaluronic acid yang aman,” ungkap sang penyidik.

Terkait

Terkini