Sabtu, 21 September 2019

Cek Meja Rias, Ini 5 Tanda Skincare Harus Segera Dibuang

Skincare juga mempunyai batas kedaluawarsa.

Rima Sekarani Imamun Nissa
llustrasi skincare krim perawatan dari dokter. (Pixabay/photosforyou)
llustrasi skincare krim perawatan dari dokter. (Pixabay/photosforyou)

Dewiku.com - Bagaimanapun, skincare yang sudah melewati masa kedaluwarsa sebaiknya segera dibuang. Jangan karena sayang harganya mahal, kamu tetap menyimpan skincare yang sudah tak layak pakai lagi. Pasalnya, skincare kedaluwarsa bisa membuat kulit wajah mengalami iritasi, menimbulkan jerawat, dan masalah kesehatan lainnya.

Mumpung sedang libur lebaran, bersih-bersih meja rias dan sortir skincare mana saja yang sudah waktunya harus disingkirkan, yuk! Ini panduan buat kamu dalam memilih skincare mana saja yang harus dibuang.

1. Cek PAO atau Period After Opening

Pernah lihat di kemasan skincare gambar wadah skincare yang terbuka dan tertera angka dan huruf M di dalamnya? Itu adalah PAO atau Period After Opening, yakni masa aman pemakaian skincare setelah produk tersebut dibuka kemasannya.

Jika tertulis di sana 12M, itu artinya produk tersebut tetap fresh dan aman dipakai selama 12 bulan setelah kemasannya dibuka. Lewat dari itu, silakan buang skincare tersebut.

llustrasi skincare krim perawatan dari dokter. (Pixabay/summa)
llustrasi skincare krim perawatan dari dokter. (Pixabay/summa)

2. Pahami tanggal kedaluwarsa

Selain PAO, produk skincare punya tanggal kedaluwarsa yang bisa kamu lihat di bagian bawah kemasan. Tanggal kedaluwarsa menunjukkan masa pemakaian yang paling efektif.

Selama masih berada di dalam rentang waktu tersebut, tentu skincare masih bisa dipakai. Namun jika tanggal kedaluwarsa sudah terlewati, maka mau tak mau kamu harus membuang skincare kesayanganmu.

3. Awasi perubahan tekstur dan aroma

Produk skincare yang telah berubah baik tekstur, warna, maupun aromanya, juga harus segera dibuang. Meskipun tanggal kedaluwarsa atau PAO produk tersebut masih masuk dalam kategori aman, jika sudah terjadi perubahan fisik, itu artinya ada perubahan kandungan pada produk skincare. Atau, bisa jadi produk skincare kamu sudah tercemar oleh jamur sehingga berbahaya jika masih dipakai.

Ilustrasi skincare. (Unsplash/Charisse Kenion)
Ilustrasi skincare. (Unsplash/Charisse Kenion)

4. Buang vitamin C yang sudah berubah warna

Normalnya, produk skincare yang mengandung vitamin C, seperti serum, akan tampak jernih dan bening. Nah, jika produk tiba-tiba berubah warna menjadi kecokelatan atau kekuningan, itu pertanda kamu harus segera membuangnya.

Perubahan warna menunjukkan produk vitamin C milikmu itu sudah teroksidasi dan tidak lagi memiliki kekuatan antioksidan yang menjadi unggulannya. Dengan kata lain, skincare vitamin C kamu sudah kehilangan fungsinya.

5. Singkirkan pelembap setelah enam bulan

Walau mungkin pelembap yang kamu pakai memiliki PAO selama satu tahun, pemakaian setiap hari dapat membuat masa pemakaian jadi menyusut. Apalagi jika kamu sering mencolek pelembap langsung dengan jari, tidak menutupnya rapat, meletakkannya sembarangan dan terpapar sinar matahari. Jadi, biar lebih aman, pelembap harus dibuang dan diganti setelah enam bulan. (Suara.com/Vania Rossa)

Terkait

Terkini