Sabtu, 23 Maret 2019

Juliet Laser Solusi Perawatan Miss V Kendur, Begini Cara Kerjanya

Bagi perempuan, Miss V kendur bisa menurunkan tingkat kepercayaan diri.

Rima Sekarani Imamun Nissa
Selalu menjaga kebersihan tangan bisa mencegah kanker serviks. (Pixabay/SplitShire)
Selalu menjaga kebersihan tangan bisa mencegah kanker serviks. (Pixabay/SplitShire)

Dewiku.com - Miss V kendur tidak hanya mengurangi kenikmatan bercinta. Pada perempuan, Miss V yang mengendur juga dapat menurunkan tingkat kepercayaan diri.

Kondisi Miss V memang akan berubah seiring berjalannya waktu. Beberapa penyebabnya adalah kenaikan dan penurunan berat badan, tekanan dari kandungan selama 9 bulan kehamilan, melahirkan beberapa anak, dan hingga penuaan pada area pada Miss V seiring bertambahnya usia.

Hal ini, kata dr. Gaby Syerly, pemilik klinik kecantikan Youth & Beauty Clinic, bisa menyebabkan otot vagina menjadi kendur. Walau sangat umum terjadi pada perempuan dari berbagai usia, kondisi ini dapat memburuk dari waktu ke waktu.

Oleh karena itu, jika tidak dilakukan tindakan yang tepat, otot Miss V yang kendur dapat berpengaruh pada banyak hal, contohnya kehidupan seksual yang terganggu.

''Kami ingin memberi jawaban atas kebutuhan para pasien perempuan yang memiliki keluhan atau masalah pada organ dalam intim kewanitaannya. Karena itu, dengan teknologi yang berasal Jerman, kami coba hadirkan perawatan Juliet Laser yang dapat menjadi solusi untuk meningkatkan kepuasan kehidupan seksual,'' ungkap dr. Gaby beberapa waktu lalu, seperti dilansir dari Suara.com.

Ilustrasi Miss V. (Unsplash)
Ilustrasi Miss V. (Unsplash)

Lebih lanjut dia menjelaskan, laser Erbium Yag yang digunakan dalam perawatan ini, berguna mengencangkan otot-otot Miss V. Energi cahaya dikirimkan ke jaringan Miss V dengan lembut dan dapat merangsangnya untuk menghasilkan kolagen baru dan elastin.

Dengan panjang gelombang Yag yang digunakan, kata dr. Gaby, itu bakal mencapai jaringan pada lapisan sub-mukosa (lamina propia), yang akan menyeleksi bagian yang rusak sehingga tidak akan merusak jaringan lain di sekitarnya.

Karakteristik laser inilah yang menjadikannya solusi terbaik dalam pemanasan yang selektif dalam mencapai lapisan target sehingga bisa menghindari adanya efek yang tidak diinginkan pada jaringan di sekitarnya, misalnya jaringan muscularis atau adventitia.

''Caranya, kita pakai semacam alat yang dinamakan handpiece, sebelumnya kita bersihkan dalam dan luar vagina, pakai betadine, baru dimasukkan alat tersebut perlahan. Ada dua kali pemasukan, pertama kali masuk, sinarnya akan memutar 360 derajat, lalu akan mundur perlahan dan masuk lagi,'' jelas dia.

Ilustrasi seorang perempuan merasakan sakit di area vagina. [shutterstock]
Solusi Miss V kendur yang dialami perempuan. [shutterstock]

Perawatan Juliet Laser diklaim tidak hanya dapat meremajakan kembali organ dalam intim kewanitaan sehingga bermanfaat untuk kehidupan seksual, tapi juga membantu mereka yang mengalami stress ulinary continence (keluhan kesulitan menahan keluarnya urine), serta gejala menopause.

Juliet Laser juga disebut dapat mengurangi vaginal atrophy yang meliputi kekeringan, penipisan dan informasi pada dinding vagina, memperbaiki bentuk labia, dan mencerahkan warna kulit di sekitar vulva.

Nah, namun ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi jika kamu ingin melakukan perawatan untuk mengatasi keluhan Miss V kendur satu ini. Salah satunya adalah mengikuti tes papsmear.

Ilustrasi kanker serviks. (Shutterstock)
Ilustrasi kanker serviks. (Shutterstock)

''Jika hasil keluar aman, semua negatif, perawatan bisa dilakukan. Karena kan treatmentnya memang memasukan alat yang kita sebut handpiece ke dalam Miss V, jadi harus dupastikan Miss V nya sehat, terutama kanker,'' terang dia.

Perempuan yang melakukan Juliet Laser ini juga tidak boleh sedang menggunakan alat kontrasepsi IUD. Siapapun, kata dr. Gaby bisa melakukannya, asalkan sudah aktif secara seksual.

Perawatan ini hanya memakan waktu kurang lebih 25 menit. Itu terbilang, cepat, tanpa rasa sakit, aman, tanpa masa pemulihan, dan tidak perlu anestesi atau krim kebal.

Para perempuan akan merasakan manfaatnya hingga 6 bulan setelah perawatan yang dapat dibuktikan dengan peningkatan sensualitas pada kehidupan seksualitasnya. (Suara.com/Dinda Rachmawati)

Terkait

Terkini