Senin, 24 Februari 2020

Tangan Wanita Ini Terbakar setelah Lakukan Manicure di Rumah

Luka bakar yang ia alami cukup parah, apa yang sebenarnya terjadi?

Angga Roni Priambodo | Kintan Sekarwangi
cloud_download Baca offline
Ilustrasi manicure kuku. (Unsplash/Designecologist)
Ilustrasi manicure kuku. (Unsplash/Designecologist)

Dewiku.com - Seorang remaja berusia 19 tahun mengalami luka bakar di tangannya setelah melakukan manicure di rumah dan merendam tangan di dalam wadah berisikan aseton. Apa yang terjadi?

Wanita ini benama Maya Edwards yang berasal dari Leiscester, Inggris, menderita luka bakar tingkat tiga yang terjadi karena suatu kecelakaan. Dilansir dari laman Daily Mail, ia merendam tangannya di air aseton yang fokus pada jari-jari karena memakai kuku palsu.

Ketika ia merendam tangannya di dalam aseton, ternyata ada lilin yang menyala di dekat tangannya. Secara tiba-tiba, api pada lilin tersebut memicu kebakaran di tangannya.

Ilustrasi manicure kuku. (Unsplash/Kris Atomic)
Ilustrasi manicure kuku. (Unsplash/Kris Atomic)

Karena panik, ia langsung berlari ke kamar mandi, melemparkan mangkuk ke dalam bak mandi, dan memasukan tangannya juga. Kemudian ia pun berteriak karena merasakan kesakitan.

Teriakannya membuat ibunya, Jules Keeling, berlari masuk dan melihat apa yang sedang terjadi. Kemudian ia pun membawa anaknya ke Rumah Sakit Leicester Royal Infirmary.

Sekarang Maya akan menerima serangkaian pengobatan untuk mengatasi luka bakar yang terjadi di tangannya.

Diketahui bahwa aseton adalah bahan kimia yang mudah terbakar dan merupakan komponen dari banyak penghapus cat kuku. Jadi memang sangat bahaya jika sedang menggunakan bahan kimia yang mudah terbakar dan dipakai dekat dengan sumber api.

Maya Edwards. (Facebook/Maya Edwards)
Maya Edwards. (Facebook/Maya Edwards)

''Saya selalu kesakitan, saya beruntung tidak memiliki luka bakar di wajah saya, dan beruntung kejadian tersebut tidak membakar rumah kami,'' ungkap Maya.

Kini Maya berbagi pengalaman dan foto-foto luka bakarnya di laman Facebook pribadinya untuk memperingatkan perempuan lain tentang penggunaan bahan kimia yang biasa digunakan dalam perawatan kuku.

Maya Edwards. (Facebook/Maya Edwards)
Maya Edwards. (Facebook/Maya Edwards)

''Saya ingin meningkatkan kesadaran tentang betapa berbahayanya aseton, bahwa kita merendam kuku palsu dengan aseton di dalam ruangan yang sama dengan lilin menyala, itu berbahaya,'' jelasnya.

''Jujur hati-hati, botol tersebut sudah terdapat keterangan mudah terbakar, tetapi tidak menyadari betapa mudahnya terbakar, bahkan hanya dari asap yang bercampur dengan panas,'' ungkap Maya.

Terkait

Terkini